Profile

Join date: Oct 14, 2022

About
0 Like Received
0 Comment Received
0 Best Answer

Bahaya Bulu Kucing

Kucing sebetulnya lucu dan menggemaskan. Namun, hati-hati dengan bulunya. Ada beragam bahaya bulu kucing yang wajib diwaspadai, apalagi terkecuali Anda memelihara kucing di rumah. Untuk hindari banyak variasi penyakit akibat bahaya bulu kucing ini, Anda termasuk wajib memahami cara pencegahannya.

Bagi Anda yang memelihara hewan di rumah, terlebih kucing, bahaya bulu kucing merupakan perihal yang perlu untuk diwaspadai. Ini sebab bulu kucing sanggup mengandung bakteri dan parasit yang sanggup memicu terjadinya beragam penyakit, mulai berasal dari kurap hingga toksoplasmosis.

Baca juga Berita Terbaru

Hal ini sanggup lebih berbahaya bagi ibu hamil, orang yang punyai daya tahan tubuh lemah, atau penderita suasana medis tertentu, layaknya penyakit autoimun.

Berbagai Penyakit yang Disebabkan oleh Bulu Kucing

Bulu kucing yang indah kerap kali jadi daya tarik untuk dipelihara. Namun, tersedia beberapa potensi penyakit yang sanggup disebabkan oleh bulu kucing, pada lain:

1. Penyakit cakar kucing (cat scratch disease) Penyakit cakar kucing disebabkan oleh infeksi bakteri Bartonella henselae. Bakteri ini tak cuma sanggup bergeser ke manusia lewat gigitan atau cakaran kucing, namun termasuk lewat bulu kucing.

Saat mengelus bulu kucing yang terkontaminasi bakteri dan secara tidak memahami segera menyeka mata, Anda sanggup berpotensi terkena penyakit ini.Penyakit cakar kucing sanggup memicu kasus kebugaran yang lebih sungguh-sungguh bagi orang dengan problem proses kekebalan tubuh, layaknya HIV/AIDS atau pasien kanker yang tengah merintis kemoterapi.

2. Kurap (ringworm) Kurap merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita pada kulit. Penyakit ini sanggup ditularkan oleh hewan ke manusia, dan tidak benar satunya adalah kucing.

Kucing merupakan hewan yang kerap terinfeksi kurap. Hewan ini sanggup terkena kurap sekiranya bulunya kerap basah atau jarang dibersihkan.

Anda wajib berhati-hati waktu mendapatkan tanda-tanda kurap pada kucing, layaknya adanya daerah melingkar yang berkerak dan disertai rontoknya bulu. Apabila kucing Anda terkena kurap, bawalah ke layanan atau klinik kebugaran hewan dan bersihkan tempat tinggal secara menyeluruh agar tidak tersedia spora jamur yang tertinggal.

3. Toksoplasmosis Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini terdapat pada kotoran kucing yang udah terinfeksi dan sanggup menular ke manusia.

Penyakit ini sanggup berbahaya pada ibu hamil dan orang yang punyai daya tahan tubuh lemah. Pada ibu hamil, toksoplasmosis berisiko memicu keguguran, kelahiran prematur, atau penyakit bawaan lahir pada janin. Penyakit toksoplasmosis termasuk sanggup mengganggu kesuburan wanita.

4. Reaksi alergi Bulu kucing kerap kali terpapar oleh air ludah, kotoran, dan urine kucing. Saat menyentuh bulu kucing yang kotor tersebut, orang yang punyai riwayat alergi sanggup mengalami reaksi alergi.

Reaksi alergi yang kebanyakan terlihat adalah gatal-gatal, ruam, atau bentol di kulit. Namun, reaksi alergi sebab bahaya bulu kucing termasuk sanggup mengakibatkan tanda-tanda pilek, bersin, dan mata gatal sebab rhinitis alergi.

Orang yang punyai riwayat asma pun sanggup lebih kerap mengalami kambuhnya tanda-tanda saat terpapar bulu kucing.

Mengurangi Risiko Bahaya Bulu Kucing Untuk merawat diri berasal dari bahaya bulu kucing, Anda direkomendasi untuk game Slot Gacor melaksanakan beberapa cara berikut ini:

Bersihkan diri setelah menyentuh kucing Jangan lupa untuk selamanya membasuh tangan dengan air bersih dan sabun setelah menyentuh kucing dan bersihkan kendang atau daerah membuang airnya. Kebiasaan ini wajib diterapkan oleh seluruh orang yang tinggal di rumah, terlebih anak-anak.

Agar lebih aman, pastikan termasuk anak Anda tidak bermain di wilayah yang ringan terkontaminasi kotoran kucing.

Bersihkan kucing dan kandang kucing secara rutin Kebersihan tubuh dan kandang jadi perihal perlu di dalam memelihara hewan. Untuk merawat kebugaran kucing dan diri Anda, mandikan kucing secara rutin dengan air bersih dan sampo khusus kucing. Hal ini perlu untuk menghindar berkembangnya bakteri, parasit, dan jamur pada tubuh kucing.

Meski demikian, ibu hamil tidak direkomendasi untuk memandikan kucing. Jika Anda tengah hamil, mintalah bantuan orang lain untuk melaksanakan perihal berikut agar Anda dan janin terhindar berasal dari bahaya bulu kucing.

Jangan biarkan kucing tidur dengan Anda Batasi daerah khusus di rumah, terlebih kamar tidur, dengan tidak melepas kucing masuk dan apalagi tidur dengan Anda. Hal ini sebab bulu kucing sanggup rontok dan menempel di seprai dan juga selimut yang Anda gunakan.

Selain beberapa cara mengurangi bahaya bulu kucing di atas, periksakan kucing ke dokter hewan dan memberikan termasuk vaksin secara rutin. Pemberian vaksin sanggup merawat kucing Anda berasal dari infeksi virus dan bakteri.

Memelihara kucing sebetulnya sangat menyenangkan, namun bahaya bulu kucing wajib Anda waspadai untuk menghindar banyak variasi penyakit di atas. Jika Anda alergi pada bulu kucing atau merasakan keluhan setelah terpapar bulu kucing, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memperoleh penanganan.

 

Bahaya Bulu Kucing

More actions